OlahragaSpecial Report

Akhirnya Sangkaragung Tumbang Ditekuk Medewi 2-0

Sepak takraw

235Views

Babak final sepak takraw serangkaian Pekan Olah Pelajar (Porjar) Kabupaten Jembrana Selasa, 13/03/2018 telah usai. Sesumbar SDN 1 Sangkaragung mampu menjuarai even olahraga tahunan pelajar, khususnya dalam cabor sepak takraw akhirnya kandas. Di babak final Tim asuhan I Wayan Susrawan, S.Pd ini harus menyerah 2-0 dari lawan terkuatnya SDN 1 Medewi.

NEGARA, TENAR.CO –  Kalah 2-1 atas SDN 1 Sangkaragung dibabak penyisihan rupanya menjadi motivasi tersendiri bagi squad SDN 1 Medewi. Wakil Kecamatan Pekutatan ini sepertinya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk membalaskan kekalahan yang sempat dialami sebelumnya.

Bermain dengan formasi pemain yang tidak jauh beda dengan tampilan sebelumnya, Medewi tampak lebih lepas dalam mengatur strategi permainan serta penyerangan. Beban pshykologis yang dialami anak-anak SDN 1 Sangkaragung sangat mudah dibaca dan dimanfaatkan oleh oleh anak-anak Medewi menjadi peluang.

Dengan kemenangan 2-0 SDN 1 Medewi akhirnya mengubur impian SDN 1 Sangkaragung untuk menjuarai even tahunan ini. Kemenangan SDN 1 Medewi juga sekaligus sebagai partai balas dendam yang dengan sempurna mampu dibayar tuntas oleh Tim dari kecamatan paling timur di Kabupaten Jembrana ini.

Pelatih SDN 1 Sangkaragung seusai pertandingan mengakui perjuangan timnya sudah sangat maksimal. Cuma karena faktor keberuntungan timnya harus rela menelan pil kekalahan atas SDN 1 Medewi. “Dalam permainan, kalah menang itu sudah biasa. Yang terpenting anak-anak sudah menampilkan permainan terbaiknya”. Kilah Susrawan.

Susrawan yang juga Ketua PSTI Kabupaten Jembrana melihat potensi cabor sepak takraw di kabupaten Jembrana telah berkembang sangat pesat. Cuma kata dia keterbatasan pelatih serta sarana dan prasarana penunjang masih belum mampu mengimbangi animo masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja dalam menekuni olah raga ini.

I Wayan Susrawan, S.Pd

“Kalau dievaluasi ya beban saya terlalu berat. Mana harus mencetak bibit SD, SMP dan juga SMA”. Papar Susrawan terkait masih langkanya pelatih untuk membina cabor sepak takraw. Dia berharap kedepan akan bermunculan pelatih-pelatih yang memiliki komitmen kuat untuk memajukan cabor yang merupakan olah raga campuran sepak bola dan bola voly ini.

Selain paceklik pelatih, sarana dan prasarana penunjang seperti gedung tempat latihan masih sangat jauh dari ukuran ideal. Karena fasilitas ini juga menjadi salah satu faktor penentu terhadap keberhasilan suatu daerah dalam memajukan olah raganya.

“Bagaimana bisa berprestasi kalau lapangan hanya 1. Jadi anak-anak terlalu lama antri, sehingga mereka bermain juga tidak bisa maksimal”. Kata dia, sembari menambahkan bahwa untuk mempersiapkan atletnya ke ajang provinsi harus pintar mengatur waktu.

Pasalnya regu sepak takraw yang akan dibina dan dilatih berasal dari tiga tingkatan sekolah. Yaitu SD, SMP dan SMA. Dari tingkatan sekolah tersebut  masing-masing terdiri dari dua regu putra serta putri. “Kalau begini minimal kita harus punya dua lapangan”. Kata Susrawan lagi.

Dari segi permaianan. Persoalan klasik yang masih menjadi kelemahan tim Kabupaten Jembrana kata dia adalah pada set pertama selalu Jembrana yang nge-game duluan. Namun pada set berikutnya selalu menjadi milik lawan.

“Kondisi ini hampir kita rasakan disemua tingkatan sekolah. Pemecahannya menurut saya adalah cabor sepak takraw harus memiliki minimal 2 lapangan”. Kilahnya sebari berharap pemerintah secepatnya memperhatikan dan melengkapi sarpras olah raga di Jembrana tidak terkecuali sepak takraw. MPT-RIQ/AMI

Leave a Reply