Sastra

 Beruang Menagih Hutang ‘Gegerkan’ Rompyok Kopi

132Views


Panggung Halaman Rompyok Kopi

Teater Orok Universitas Udayana mementaskan drama realis dengan judul Beruang Menagih Hutang di panggung halaman Rompyok Kopi Komunitas Kertas Budaya, Jembrana, Sabtu (23/3/2019).

NEGARA, TENAR.CO

Pementasan naskah Anton P.Chekhov yang diterjemahkan oleh Landung Simatupang, dimainkan Teater Orok dengan durani hanya 45 menit.

Pentas tahun ini merupakan pementasan Teater Orok yang keempat kalinya dari lima pementasan keliling ke komunitas –komunitas budaya di Bali.

Pada naskah ini, Nyonya Yuli telah tujuh bulan ditingkat meningggal suaminya. Nyonya Yuli kemudian menutup diri dari dunia luar dan memutuskan untuk berkabung selamanya dengan mengurung diri di rumah.

Di rumah, nyonya itu hanya ditemani potret suaminya yang tergantung di dinding ruang tamu. Seorang lelaki pensiunan tentara datang, memaksa untuk masuk rumah, meski telah diusir.

Lelaki itu, mulanya memperkenalkan dirinya dengan mengaku bernama Andri.Kedatanganya ternyata hanya untuk menagih hutang. Katanya, almarhum suami nyonya itu meninggalkan hutang sebanyak 12 juta pada Andri.

Namun ketika ditagih, Nyonya itu belum sanggup membayar. Selanjutnya terjadi adegan pertengkaran bahkan saling ancam. Andri nekat bertahan tak mau pergi dari rumah itu hingga NyonyaYuli melunasi hutang suaminya.

Usai pementasan, dilakukan diskusi kecil, juga berkaitan dengan proses penggarapan naskah realis tersebut.

Suiya selaku sutrada mengaku masih ada kelemahan dari garapan naskah ini. “Kalau bicara kelemahan, jelas mungkin masih banyak. Namun dalam proses ini, kami akan terus melakukan penyempurnaan,” ujarnya.

Naskah ini, katanya masih akan dipentaskan di panggung atau daerah lain. “Diskusi ini cukup membantu proses pementasan ini,” ujarnya.

Beberapa anak-anak muda yang hadir, banyak menuangkan saran dan pertanyaan kepada seluruh tim naskah tersebut, terutama pada sutradara dan asisten sutradara.

De Ogie selaku pimpinan produksi di naskah ini mengaku masih ada kendala yang dihadiri teater Orok.

Saat menggarap naskah ini, para pemainnya masih terkendala benturan dengan jam kuliah yang tidak sama.

“Sebagai teater mahasiswa, kendala kami adalah jam kuliah yang tidak sama. Sulit untuk bisa kompak latihan sehingga sulit juga untuk membangun korelasi karakter antarpemain secara utuh. Dan untuk naskah ini, sebenarnya kami sedang melakukan eksperimen yaitu menggarap naskah dengan tiga lapis pemain. Kebetulan yang sekarang main di Rompyok Kopi ini adalah lapis kedua,” ujarnya.

Sementara, pada naskah ini, Tania (Nyonya Yuli), De Gus (Andri), Agung M (Kaul). Sutradara: Suiya. Astrada: Sani. Penata Artistik: Amoy, Bastian, Girin, Suryapo. Penata Panggung: Dio. Penata Musik: Damar. Penata Lampu: Wiana. Pemimpin Produksi: De Ogie.

(MPT-ONO/RED) Keterangan foto: pementasan Teater
Orok dengan naskah Beruang Menagih Hutang karya Anton  P. Chekhov di panggung halaman Rompyok Kopi
Komunitas Kertas Budaya, Jembrana, Sabtu (23/32019) malam. Foto: ONO

Leave a Reply