Parlementaria

Ir. I Wayan Adnyana, SH, M.Kn ; Siap ngayah menjadi wakil daerah Bali di DPD RI.

DPDRI

1.61KViews

Tokoh pendidikan dari Desa Menanga, Rendang, Karangasem kelahiran Lampung Tengah, 52 thn yang lalu ini sejak kecil bercita-cita mengabdikan dirinya untuk kemajuan masyarakat, bangsa dan negara melalui jalur pendidikan dan kesehatan.

Sejak kecil Adnyana senang belajar walau dalam kondisi yang sulit di daerah transmigrasi di Seputih Mataram, Lampung Tengah. Dengan semangat juang yang tinggi untuk menjadi orang yang sukses dan berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara, Adnyana tamat sebagai Juara Umum di SD Negeri 2 Seputih Mataram, dan kemudian mendapatkan bantuan pendidikan untuk melanjutkan ke SMP Xaverius di Tanjung Karang dan kemudian melanjutkan ke SMAN 2 Tanjung Karang. Melihat semangat juang dan belajarnya, I B Oka Puniatmaja yg saat itu menjadi anggota DPR RI melalui semetonnya di Lampung menawarkan untuk memindahkannya ke SMAN 28 Jakarta Selatan agar lebih mudah melanjutkan kuliah nantinya ke ITB. Adnyana kecil memang bercita-cita jadi Insinyur seperti Bung Karno yang tamatan ITB, yg dikenalnya dari buku pelajaran sejak SD. Adnyana akhirnya thn 1984 kuliah di jurusan Teknik Sipil ITB dimana Bung Karno juga pernah kuliah dan menjadi Insinyur Teknik Sipil ITB thn 1990. Itulah kekuatan mimpi (dream) atau cita2 yg jika kita tekun dan tabah pasti akan terwujud. Begitulah sepenggal kisah masa lalu Adnyana yang disampaikan di kediamannya yang asri dan style Bali sesuai konsep undagi Bali Asta Kosala Kosali di Jl. Tukad Batanghari, Denpasar.

Adnyana melanjutkan bahwa setelah lulus ITB berkarir di PT. Mercu Buana Raya Contractors di Jakarta. Tahun 1995 Adnyana menjadi PNS di Kementrian PU di Jakarta dengan NIP : 110053210. Namun karena sesuatu hal dan sakit cekutan yang tak kunjung sembuh, atas petunjuk Ida Pedanda di Griya Cimahi Bandung karena ada panggilan harus ngayah di Bali dari leluhur, Adnyana akhirnya thn 1998 mengundurkan diri dari PU dan merantau ke Bali. Babak baru kehidupannya dimulai lagi di Bali yg kemudian bertemu jodoh dng dr. Ni Nyoman Margiani, Sp.Rad dan sekarang telah dikaruniai 2 orang anak yakni I Putu Agi Katasugi dan Ni Made Ayu Regina Karasugi. Adnyana sambil menjalankan profesinya sbg Insinyur Teknik Sipil, thn 1999 ia kuliah di Program Ektensi Ilmu Hukum FH Universitas Udayana dan tamat thn 2002. Thn 2003 ia melanjutkan studi pada Magiater Kenotariatan FH Universitas Airlangga di Surabaya dan lulus tahun 2005. Setelah menjalani magang di kantor Notaris, akhirnya 26 Desember 2006, Ir. I Wayan Adnyana, S.H., M.Kn diangkat sebagai Notaris di Kota Denpasar.

“Astungkara, atas karunia Tuhan dan leluhur, saya dapat mengabdikan diri kepada masyarakat di Bali” kata Adnyana. Sesuai dengan janji dan tekadnya untuk mengabdi di Bali, Adnyana pada thn 2008 mendirikan Yayasan Pendidikan Usadha Teknik Bali yang menyenggarakan Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Bali – ATRO BALI (www.atro-bali.ac.id), yg mencetak Tenaga Kesehatan Ahli Madya Radiologi (Radiographer). Lulusan Atro Bali telah mengisi unit Radiologi di RSUP Sanglah dan seluruh rumah sakit daerah di Bali dan juga swasta, bahkan di Lombok, Manado, Freeport, bbrp daerah di Jawa Timur bahkan Jakarta. Dengan keberadaan Atro Bali, maka pelayanan kesehatan khususnya pelayanan radiologi seperti rontgen, CT Scan, MRI di Bali dapat terlayani dengan baik. “Atro Bali menjadi satu-satunya PTS yang menyelenggarakan Pendidilan Radiographer di wilayah Indonesia Timur dan menjadi ranking 2 terbaik secara nasional dan banyak menera penghargaan” jelas Adnyana.

Dengan semangat pengabdian, Adnyana sedang mengajukan permohonan pendirian Universitas Bali Dwipa kepada Kemenristekdikti dan telah menyiapkan kampus sementaranya di Jl. P. Flores No. 5 Denpasar, dengan 10 program studi yakni Teknik Biomedis, Teknologi Pangan, Gizi, Farmasi, Psikologi, Sistem Informsi, Hukum, Akuntansi, Humas dan Bahasa Inggris. Lulusan Prodi Teknologi Pangan dan Gizi akan difokuskan pada keahlian pengolahan hasil pertanian pasca panen hingga tetap sehat sampai kepada konsumen (masyarakat) dengan melakukan diversifikasi pengolahan produk pertanian,  sistem pengolahan dan pengawetannya, packagingnya dan sistem pendistribusian serta sistem penyimpanannya, yang pada akhirnya melahirkan industri pangan yang profesional. Dengam demikian kelak pertanian dan petani akan sangat diuntungkan karena pasca panen harga produk pertanian dapat selalu terjaga dng baik karena adanya industri pengolahan produk pertanian yang sehat dan profesional yang akan selalu menampung hasil panen petani. “Astungkara izin Universitas Bali Dwipa dapat terbit segera. Mohon dukungan dan doa dari masyarakat Bali karena Universitas Bali Dwipa didedikasikan untuk Bali dan Indonesia” harapan dan permohonan Adnyana.

Ditanya mengapa Adnyana maju sebagai bakal calon anggota DPD RI Dapil Bali dalam Pemilu 2019, Adnyana menjelaskan bahwa itu adalah sebagai bagian dari janji dan niatnya untuk mengabdikan dirinya untuk Bali yang jaya alias Bali Dwipa Jaya. Menurut Adnyana, DPD memiliki peran yang sangat terhormat dan sangat strategis dalam mewujudkan Bali Dwipa Jaya yakni Bali yang ajeg budayanya dan terus berkembang seni dan budayanya, lingkungan dan alam yang lestari, asri, aman, damai, tenteram, ramah yang berakar pada budaya Bali yang adi luhung, dengan masyarakatnya yang adil, makmur, sejahtera lahir dan batin, serta dengan kemandirian dalam pengelolaan Bali berdasarkan filosofi dan budaya serta adat Bali. Kemandirian ini menjadi penting agar Bali mampu mengelola pulau Bali secara baik sesuai adat dan budaya Bali yang terkenal sebagai Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura, Pulau Surga dan menjadi destinasi wisata terbaik di dunia. Bali sebaiknya dikelola secara komprehensif dan sistematis dalam satu kesatuan yang utuh yang disebut satu pulau satu pengelolaan (one island management). Salah satu syaratnya adalah adanya regulasi yang mengatur hal itu. Sudah saatnya Bali memiliki UU Pemerintahan Propinsi Bali yang lebih pas dan sesuai dengan kondisi sosial, politik, ekonomi, adat dan budaya masyarakat Bali dalam kerangka NKRI, untuk menggantikan UU No. 64 Tahun 1958 Tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur tertanggal 11 Agustus 1958 yang sudah tidak sesuai lagi dengam kondisi sekarang.

Sesuai konstitusi, tugas, fungsi dan kewenangan DPD RI adalah legislasi, pertimbangam dan pengawasan yang terkait dengan Otonomi daerah; Hubungan pusat dan daerah; Pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah; Pengelolaan sumberdaya alam dan sumberdaya ekonomi lainnya; Perimbangan keuangan pusat dan daerah. Oleh karena itu, anggota DPD RI Dapil Bali harus memiliki intelektual, skill, kemampuan dan kompetensi dan yang terpenting adalah semangat pengadian untuk dapat menjalankan tugas, tungsi dan kewenangan itu agar berguna dan bermanfaat untuk Bali dan masyarakat Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Anggota DPD juga harus pandai melakukan koordinasi, komunikasi, menyampaikan dan menyerap aspirasi dan gagasan dengan seluruh pihak yang terkait seperti pemerintah pusat dan daerah, DPR RI, DPRD Bali dan Kab/Kota se Bali, dan utamanya adalah masyarakat Bali. Sesuai dengan demokrasi, maka rakyatlah yang memiliki kewenangan untuk memilih wakil-wakilnya baik DPD RI maupun DPR dalam semua tingkatan. “Pilihlah wakil rakyat yang memiliki kemampuan baik dari sisi intelektual, pengalaman, keahlian, kompetensi, usia dan juga integritas. Jangan memilih karena popularitas atau kedekatan semata-mata apalagi karena uang. Nasib daerah Bali bahkan nasib bangsa ini ke depan akan sangat bergantung kepada masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya” Adnyana mengajak kita semua untuk menggunakan hak pilih secara cerdas, rasional dan bijak.

“Astungkara, sesuai dengan kemampuan dan integritas, saya siap untuk mengemban dan menjalankan amanat rakyat Bali jika saya dipercaya oleh rakyat Bali untuk mewakili rakyat Bali menjadi anggota DPD RI. Saya berjanji akan menjalankan tugas, fungsi dan kewenangan yang diberikan konstitusi sebagai anggota DPD RI dengan penuh tanggung jawab, transparansi, akuntabilitas, dedikasi dan VG pengabdian untuk Bali dan Indonesia yang lebih baik dan jaya” pungkas Adnyana mengakhiri wawancara. MPT-*

Leave a Reply