Trending Topik

Peringati Bapak Pramuka Indonesia, Mendoyo Angkat Citra Delod Berawah

193Views

‘Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui’. Pribahasa ini sangat tepat digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan Pramuka di jajaran Kwaran Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Mau tau ? berikut koresponden TENAR.CO di Jembrana menyajikan untuk anda.

NEGARA, TENAR.CO

Mungkin kita belum semua tau kalau setiap tanggal 12 April diperingati sebagai Hari Bapak Pramuka Indonesia.

Sejak kelahiran Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi pendidikan kepramukaan di Indonesia pada 1961, Sri Sultan hamengku Buwono IX merupakan salah satu tokoh kunci yang ikut mendirikan dan membesarkan gerakan pendidikan ini.

Bahkan saat organisasi-organisasi kepramukaan di Indonesia masih disebut kepanduan, Sri Sultan Hamengku Buwono IX juga sudah ikut berperan.

Presiden RI saat itu, Ir. Soekarno, bahkan menyebut beliau sebagai pandu Agung.

Itulah sebabnya, Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka di Dili, Timor Timur (sekarang Negara Timor Leste) menetapkan dengan suara bulat untuk menjadikan Sri Sultan hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia.

Selanjutnya pada Rapat Kerja Nasional Gerakan Pramuka 2018 di Kendari, Sulawesi Tenggara, ditetapkan hari kelahiran Sri Sultan Hamengku Buwono IX; 12 April sebagai hari Besar Gerakan Pramuka yaitu Hari Bapak Pramuka Indonesia atau disebut Hari Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Jadi selain peringatan Hari Bapak pandu Dunia; Lord Baden Powell. Yakni setiap 22 Pebruari. Khusus di Indonesia juga memperingati Hari Bapak Pramuka Indonesia setap Tanggal 12 Bulan April.

Tahun ini peringatan hari Bapak Pramuka Indonesia dilaksanakan bertepatan menjelang Pemilu. Namun Peringatan Hari Bapak Pramuka yang mengambil tema ‘Sehari Pramuka Berbakti’ berlangsung hikmat dengan berbagai kegiatan sosial lainnya.

Di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana misalnya. Jajaran Kwaran Mendoyo, Jumat (12/04/19) mampu membuat kemasan kegiatan yang bisa menjangkau dan menuntaskan tiga sasaran sekaligus.

Selain melaksanakan Apel Pramuka, peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia juga dirangkaikan dengan beberapa kegiatan; Aksi Peduli lingkungan dan aksi peduli sesama.

Ketua Kwartir Ranting (Kwaran) Mendoyo Ni Nyoman Purnamiati, SE ketika ditemui saat pelayanan kesehatan berlangsung, memaparkan selain mengadakan kegiatan terpusat di Desa Delod Berawah, seluruh jajarannya di sekolah dan gugus juga melakukan aksi peduli lingkungan secara serentak.

“Seluruh anggota Pramuka dari berbagai jenjang tingkatan terlibat aktif mengikuti kegiatan di Desa Delod Berawah. Sedangkan di masing-masing sekolah, utamanya untuk SMP/MTs, SMA/SMK/MA mengadakan kegiatan dilingkungan sekolah masing-masing. Kegiatan yang sama juga dilaksanakan oleh seluruh Sekolah Dasar. Cuma bedanya untuk SD langsung dikoordinir oleh Gugus masing-masing”. Ujar mantan Kasubag TU Disdikpora Kecamatan Mendoyo itu merinci.

Aksi peduli lingkungan yang berlangsung secara serentak di seluruh sekolah dimulai sejak pukul 08.00 WITA hingga pukul 10.00 WITA.  Mereka turun hampir berbarengan memunguti sampah-sampah yang berceceran dititik-titik yang ditentukan oleh masing-masing sekolah.

Sampah-sampah yang terkumpul, seperti sampah organik maupun anorganik kemudian oleh para siswa di pilih dan dipilah sesuai pengelompokan.

Selain melaksanakan Aksi Peduli Lingkungan, Kwaran Mendoyo, kata Purnamiati juga mendekatkan kepedulian pada sesama. Pada peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia kali ini, pihaknya menghadirkan 110 lansia dari 11 Desa/Kelurahan yang ada di Kecamatan Mendoyo.

Para lansia yang rata-rata berumur diatas 55 tahun itu diberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar.

Dengan menggandeng Tim Kesehatan, selain memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar dan pemberian obat awal, Aksi Peduli Sesama ini juga memberikan sosialisasi tentang informasi alur penggunaan BPJS.

Semua pihak yang terlibat dan dilibatkan dalam acara ini mengaku bangga dengan kegiatan yang dirancang oleh gerakan pramuka di Kecamatan Mendoyo.

Kebanggaan dan apresiasi serupa juga disampaikan Ketua Kwaran Pramuka Kecamatan Mendoyo Ni Nyoman Purnamiati, SE.

“Jujur, saya merasa terharu dengan dukungan semua pihak untuk mensukseskan Peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia tahun ini”. Ungkapnya.

Apresiasi tersebut tidak terlepas dari kesigapan adik-adik Pramuka, Pembina termasuk Camat Mendoyo I Putu Nova Noviana, S.STP. yang notabene sebagai Ketua majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Kwaran Mendoyo.

“Peran Pak Camat mulai dari merancang hingga selesainya kegiatan sangat besar. Selain mensuport, beliau adalah fasilitator. Sehingga kegiatan yang kami rancang berhasil terlaksana dengan baik. Tanpa kurang suatu apapun”. Ungkap Purnamiati yang kini tugas di Dinas Perijinan itu menyatakan kebanggaannya.

Kesigapan respon yang ditunjukkan Camat Nova, kata Purnamiati tidak terlepas dari kecintaan Camat Nova pada Gerakan Pramuka. “Beliau itu memang aktivis kepanduan, dengan histori beliau itu, kita jadi lebih mudah melakukan koordinasi”.

Kebanggan lain yang ingin disampaikan Purnamiati adalah lokasi penyelenggaraan kegiatan. Yakni di Desa Delod Berawah.

“Kenapa Delod Berawah ? Karena kami ingin merubah paradigma dan kesan Delod Berawah yang selama ini sangat identik dengan kesan negatif. Dan saya berharap kesan ini secara perlahan bisa terhapus”. Kilahnya.

Sampah yang berhasil dikumpulkan di Delod Berawah

Gerakan Pramuka kata dia memiliki tanggung jawab moral bersama semua elemen masyarakat untuk menghapus kesan yang terlanjur melekat pada desa Delod Berawah.

Padahal kata Purnamiati, Delod Berawah sangat layak direkomendasikan sebagai salah satu Desa yang layak dan nyaman untuk dijadikan tujuan wisata terkemuka di Bali Barat.

“Selain memiliki pemandangan pantai yang mempesona, penataan dan kebersihan desa sangat mendukung menyedot lebih banyak wisatawan untuk mengunjungi Desa itu”.

Desa ini kata purnamiati sangat potensial. Karena memiliki SDA yang menakjubkan serta didukung SDM yang potensial tapi disisi lain masih kuat mempertahankan peradaban yang dimiliki. “Tradisi mekepung disini masih mampu dipertahankan dengan baik. Sehingga atraksi ini memiliki nilai lebih didalam menarik minat wisatawan untuk berkunjung kesini”. Terangnya.

Dengan potensi yang dimiliki, maka kami dari Gerakan Pramuka Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta ambil peran di Desa ini.

“Sekecil apapun peran yang bisa dilakukan, saya menghimbau pada adik-adik Pramuka agar semakin peduli dengan lingkungan, dan masyarakat disekitar. Sehingga kearifan lokal serta peradaban adiluhung yang kita miliki bisa lestari seiring berkembangnya jaman”. Pungkas Bunda Dinda Ayu Kristyana ini mengakhiri perbincangan.

(MPT-RIQ/AMI/RED), foto; Tim DKR Kwaran Mendoyo

Leave a Reply