Trendsetter

Penerima SEAQIS Research Grants 2017

Penerima SEAQIS Research Grants 2017

406Views

Ketua PKBM Widya Aksara Buleleng, Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, M.Pd adalah satu-satunya peserta dari Bali yang dinyatakan lolos dalam ajang seminar hasil Grand Research dari SEAMEO QITEP 7-8/11 lalu di Kota kembang Bandung. Hervina yang menggunakan Pendidikan non formal sebagai lokasi penelitian berhasil menyisihkan ratusan peserta dari tanah air. Konon berkat hasil penelitiannya yang bertajuk “Pembelajaran Inkuiri Berbasis Kearifan Lokal Bali” itu, dia mengaku mendapat pengalaman yang tidak bisa dibeli. Mengapa ? 

 

BANDUNG, TENAR MAGAZINE – SEAMEO QITEP In Science (SEAQIS)  adalah salah satu Pusat regional yang berada dibawah Southeast Asian Ministers of Education Organisation (SEAMEO), yang bergerak di bidang pendidikan dan Pelatihan untuk para Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) di bidang Sains.

Berdasarkan program kerja tahun  2017,  maka Penawaran Research Grants SEAMEO QITEP in Science 2017 dibuka kembali. Hal ini tentunya dengan memperhatikan banyak masukan dari pelaksanaan Penawaran Research Grants SEAMEO QITEP in Science 2016. Tema untuk tahun ini adalah Pembelajaran Berbasis Inkuiri di Sekolah Sebagai Upaya Peningkatan Profesionalitas Guru dan Tenaga Kependidikan IPA.

Setiap judul proposal yang lolos seleksi akan mendapatkan dana bantuan penelitian sebesar Rp 5 juta dengan total jumlah proposal yang akan didanai sebanyak 30 buah judul proposal. Penerima hibah tersebut adalah 30 orang pendidik IPA yang berasal dari seluruh Nusantara.

Kegiatan  Seminar hasil penelitian dilaksanakan pada tanggal 7-8 Nopember 2017 lalu di Hotel Atlantic City Bandung. Pembukaan kegiatan ini dilaksankan pada tanggal 7 November dan di buka secara resmi oleh Direktur SEAQIS Prof. Triyanta.

Tidak terkecuali Propinsi Bali, Bali pada tahun ini di wakili oleh Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti, M.Pd ketua PKBM Widya Aksara Buleleng. Hervina lebih menonjolkan Pembelajaran di Pendidikan non formal berbasis kearifan Lokal Bali Tri Pramana.

“Saya tidak menyangka lolos, karena saya satu-satunya pendidik IPA yang menggunakan Pendidikan non formal sebagai lokasi penelitian”, ujar Ibu Muda yang akrab di sapa Mama Gauri ini ketika ditemui Majalah Pendidikan Tenar.

Pada saat mempresentasikan hasil adalah hal yang menegangkan, karena laporan penelitian di review oleh ahli-ahli dari beberapa perguruan tinggi ternama di seluruh Negeri.

Hervina mengaku sempat merasa deg-degan, tapi rasa itu berubah menjadi senyuman ketika hasil reviewnya dinilai bagus dan reviewer tertarik dengan penelitian yang dilakukannya. Adapun judul penelitian yang dibawakannya adalah keartifan Lokal Bali Tri Pramana yang juga sekaligus sebagai sarana pelestarian Budaya.

Diakhir perbincangan dengan Tenar, Hervina juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Tuhan, keluarga sahabat, Lembaga, dan tentunya panita penyelenggara SEAQIS Research Grants 2017 karena sudah memberikan kesempatan untuk mempublikasikan hasil penelitiannya pada seminar tersebut.

“Saya senang bisa bertemu dengan teman-teman pendidik IPA dari seluruh Nusantara apalagi gratis (semua akomodasi dan transportasi dibiayai oleh pihak SEAQIS) dan bisa sharing pengalaman berkaitan penelitian yang sudah dilaksanakan. Tentunya dari pengalaman tersebut bisa dipakai acuan meningkatkan mutupendidikan di Lembaga saya. Semoga tahun depan banyak yang dari Bali yang lolos sebagai penerima hibah. Dan yang paling penting adalah nikmati pengalaman Hidup karena Pengalaman tidak bisa dibeli”, pungkas Hervina yang juga salah saty staf Dosen di Undiksha serta Redaktur di Majalah Pendidikan Tenar dan portal berita tenar.co itu penuh harap. MPT-URI

Leave a Reply