Trending Topik

Sekolah Minggu Padangan Tanamkan Budi Pekerti dan Peka Lingkungan

120Views


Kehadiran sekolah minggu Desa Padangan Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan direspon positif masyarakat setempat. Pasalnya, selain mengajarkan kegiatan praktis seperti belajar berbahasa inggris, memasak dan kegiatan kreatif lainnya, dari sekolah ini anak didiknya juga dilatih sopan santun serta pendidikan budi pekerti lainnya.

Reporter; Made Candradevi Phradasari

TABANAN,TENAR.CO
Ketika tenar.co menyambangi sekolah minggu yang mengambil tempat di rumah pribadi Perbekel Desa Padangan I Wayan Wardhita, (Minggu/23/6/19) puluhan anak-anak dari tingkatan TK sampai SMP tampak antusias mengikuti kegiatan yang diajarkan dan dicontohkan oleh pembimbingnya.

Sejak awal perintisannya tiga tahun silam, sekolah yang didedikasikan untuk warga Desa Padangan ini selalu dipenuhi oleh anak-anak yang rata-rata berpendidikan sekolah dasar.

Mereka bahkan terkesan tidak sabar menunggu datangnya hari Minggu, “respon adik-adik untuk datang kesini sangat tinggi. Bahkan mereka kebanyakan jam 07.00 WITA sudah hadir. Padahal jam belajar baru dimulai sekitar jam 09.00”. ujar Ni Made Indri Rima Pratiwi salah satu relawan disekolah yang dipimpin Rudi Aswati tersebut.

Yang membanggakan kata gadis cantik yang akrab dipanggil Indri itu, adalah kehadiran mereka seperti sudah menjadi kebiasaan. Yakni begitu datang mereka sudah punya inisiatif sendiri; ada yang menyapu dihalaman ada yang menyiram bunga dan segala aktivitas yang merupakan rutinitas sehari-hari.


“Ini tidak terlepas dari pola didikan yang diterapkan oleh Ibu Yogi. Beliau selalu menekankan bagaimana adik-adik itu selalu ringan tangan, tanggap pada lingkungan dan selalu mengedepankan kebersamaan atau ber-bergotong royong”. Ujar Lia Rachmayanti yang juga relawan di sekolah minggu menyebut peran Rudi Aswati melengkapi pernyataan sahabatnya Indri.

Menurut Indri dan Lia dalam setiap pertemuan tingkat kehadiran adik-adik tergolong cukup tinggi. Yaitu pada kisaran 50 hingga 80 orang. Sebagian besar dari mereka didominasi oleh pelajar sekolah dasar dan sisanya adalah pelajar TK dan SMP

Secara terpisah Pimpinan Sekolah Minggu Padangan Rudi Aswati menuturkan; Sekolah Minggu Desa Padangan sudah berdiri selama 3 setengah tahun, tepatnya pada bulan Pebruari 2016.
Sekolah ini lebih menerapkan konsep Tri Hita Karana, yaitu Sayang Tuhan, Sayang alam dan sayang sesama.

“Sekolah minggu adalah sahabat rumah”. Ujar Ibu Yogi.
Ibu Yogi mengatakan bahwa apapun yang ada di rumah, diharapkan anak-anak dapat berkreasi dengan barang-barang tersebut dan tidak terlalu bergantung pada gadget.

Sekolah Minggu tambah Bu Yogi juga mengajarkan anak–anak menanam tanaman obat Keluarga. Hal ini dilakukan semata-mata mengajarkan anak-anak agar mereka bisa mengetahui kegunaan dan khasiat dari tanaman tersebut.

“Selain menanamkan kebiasaan positif, kita juga ingin menanamkan sejak dini bahwa hamper seluruh tanaman memiliki khasiat dan kegunaan bagi kehidupan manusia dan lingkungan”. Papar Ibu empat putra dan putrid itu dengan nada lembut khas kota Jogja.

Sekolah Minggu memiliki 4 volunteer tetap dan ada juga beberapa yang berasal dari luar negeri. Setiap akhir bulan mereka secara sukarela datang ke sekolah minggu untuk melihat perkembangan anak-anak yang ada di sekolah minggu.

Uniknya disekolah ini mereka juga diajarkan untuk menghargai semua rang tanpa memilih-milih pergaulan. Terbukti ditempat ini mereka juga diajarkan bagaimana cara berbicara dan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat. Utamanya pada teman-teman ataupun volunteer yang disabilitas.

Ibu Yogi dikalangan anak didiknya yang akrab dipanggil “mamah” ini, memiliki harapan agar kedepannya anak-anak menjadi pribadi yang mandiri, sopan santun, dan memiliki mental yang berani kapan pun dan di mana pun mereka berada, dan semoga sekolah minggu ini juga berdampak bagus ke desa-desa lainnya.

(MPT)

Leave a Reply