Hukrim

Suka Bikin Onar WNA Belanda di Deportasi

73Views


Seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda bernama Johannes Franciscus Peters (60) yang sering membuat onar dan mengganggu ketertiban masyarakat di Banjar Dinas Kawan, Desa Petandakan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Selasa (23/4/19) sekitar pukul 00.30 wita dini hari, dideportasi pihak Imigrasi Kelas II TPI Singaraja ke negara asalnya melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai.

SINGARAJA, TENAR.CO

Ia dideportasi karena melanggar Pasal 75 ayat (1) UU RI No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, dimana yang bersangkutan melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umun atau tidak menghormati atau tidak mentaati peraturan perundang-undangan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja, I Gusti Agung Komang Artawan mengungkapan bahwa pendeportasian terhadap WNA Peters ini berawal dari laporan Perbekel Desa Petandakan, Wayan Joni, tentang kelakukan Peters yang kerap membuat onar di wilayahnya.

Atas laporan itu, pihak Imigrasi Singaraja langsung melakukan pemeriksaan terhadap Peters. Dalam pemeriksaan, JFP telah mengakui perbuatannya.” Sesuai dengan pasal 75 ayat (1) undang-undang keimigrasian, maka kami ambil tindakan deportasi” ujarnya.”

Selain mendeportasi, kami juga melakukan pencekalan terhadap JFP selama 6 bulan untuk tidak datang ke Indonesia,” imbuh Gusti Agung Artawan, Selasa (23/4/19) siang.

Menurutnya selama tinggal di Indonesia, khususnya di desa Petandakan, Peters mengantongi Izin Tinggal Kunjungan yang berlaku sampai dengan 13 April 2019.

Selain membuat onar dengan mengganggu ketertiban masyarakat, ia juga kerap mengancam warga.

“Atas desakan warga dan sesuai aturan, maka kami lakukan deportasi,” jelas Gusti Agung Artawan.

Iapun menghimbau peran serta masyarakat jika nanti menemukan WNA yang kedapatan melanggar aturan keimigrasian, agar segera melapor ke Imigrasi Singaraja untuk ditindaklanjuti. “Selama ini, kami bersinergi debgan ibstansi terkait

untuk menindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat,” pungkas Gusti Agung Artawan.

(MPT-GSB/RED)

Leave a Reply