Parlementaria

Tokoh PDI-P di Wilayah Selemadeg Bagian Utara ‘Berontak’

1.4KViews


Ketua PAC PDI-P Kecamatan Selemadeg I Nengah Wisnawa masih tetap memegang komitmen mengamankan instruksi induk partainya. Malahan mantan Perbekel Desa Wanagiri Kauh itu sangat gencar mensosialisasikan ketiga kader terbaiknya yang ikut berkompetisi memperebutkan kursi di DPRD Kabupaten dan Provinsi. Kegigihan politisi senior itu ternyata memantik kekecewaan simpatisan dan beberapa tokoh PDI-P di Kecamatan Selemadeg. Mereka berontak. Mengapa ? Ini jawaban mereka

TABANAN, TENAR.CO

Penetapan I Made Suardika dan Ni Made Suryani menjadi calon DPRD pada pemilu legislatif 2019 ternyata masih menyisakan ganjalan dikalangan simpatisan dan sejumlah tokoh di kecamatan Selemadeg.

Namun demikian pemicunya bukan lantaran dua kandidat yang kini diakomodir oleh induk partai. Akan tetapi lebih pada tidak berjalannya proses kaderisasi di tubuh partai.

Upaya memotong kaderisasi oleh beberapa tokoh PDI-P di Selemadeg dinilai terlalu mencolok dan terang benderang.

“Mungkin di Tabanan, kader terbaik kami yaitu I Nengah Wisnawa adalah satu-satu Ketua PAC yang tidak terakomodir dalam penjaringan pencalegan kemarin”. Sebut tokoh yang tak mau namanya di mediakan itu.

“Gaku sah dicantumkan nama saya, karena setelah hari ini (16/12/2018) semua orang juga akan tahu”. Ujarnya berkilah.

Menurut rencana sejumlah tokoh yang ada di Selemadeg Bagian  Utara (Bajera Utara, Pupuan Sawah, Manikyang,Wanagiri dan Wanagiri Kauh) akan melaksanakan pertemuan khusus membahas tentang sikap politik mereka pada Pileg 2019 ini.

“Dalam pertemuan itu, kami akan menyamakan persepsi terkait sikap politik. Apakah kami akan mendukung kader-kader PDIP atau bagaimana”. Jelasnya.

Ditemui secara terpisah Ketua PAC PDI-P Kecamatan Selemadeg I Nengah Wisnawa  membenarkan bahwa beberapa tokoh dan simpatisan dari lima Desa di Selemadeg Bagian  Utara; Bajera Utara, Pupuan Sawah, Manikyang, Wanagiri dan Wanagiri Kauh telah menghubungi dirinya.

“Ya,memang benar mereka telah berkoordinasi dengan saya untuk melakukan pertemuan terkait aspirasi dan pernyataan sikap mereka.

Namun demikian, dia selaku petugas partai tetap akan mengkomodir apa yang menjadi aspirasi dari konstituen dan kader-kadernya itu.

“Pada prinsipnya saya sebagai petugas partai apalagi saya sebagai Ketua PAC wajib hukumnya bagi saya untuk mengamankan instruksi partai. Namun disisi lain saya juga akan mengakomodir apa yang menjadi keinginan mereka”. Jawab Wisnawa bijak.

Sesuai dengan selentingan yang berkembang dibawah. Kekecewaan tokoh dan simpatisan PDI-P,  khususnya di Selemadeg Bagian Utara sudah berkembang sejak pileg 2014 lalu.

Konon saat itu Ketua PAC PDI-P I Nengah Wisnawa juga ‘dipaksa’ mengalahuntuk meloloskan I Ketut Suryadi duduk di DPRD untuk ke tiga kalinya.

Kekecewaan itu kemudian memuncak setelah ada kesempatan pada pileg 2019 tahun depan, Mantan Perbekel Wanagiri Kauh ini kembali dipinggirkan semata  melancarkan laju I Made Suardika ke parlemen untuk ketiga kalinya.

Namun apa kata Ketua PAC PDI-P I Nengah Wisnawa ? “Saya legowo, walau rasa kecewa itu pasti ada. Itu sangat manusiawi”. Ujarnya.

Terkait rencana pertemuan yang dirancang para simpatisan dan para tokoh pada nantinya,Wisnawa mengaku apapun hasilnya dia akan tetap berupaya bijak dan selanjutnya akan menjembatani keinginan para tokoh di Wilayah Bajera Utara dengan para elite di partai.

(MPT-RIQ/RED)

EDITOR: I WAYAN ARIASA KEPAKISAN

Leave a Reply