Suara Tabanan

Yayasan Suara Tabanan Salurkan Bantuan Netizen

TABANAN

85Views

Yayasan Suara Tabanan (SUTA) mulai tancap gas. Beberapa aksi sosial dan kemanusiaan kembali digelar. Kamis, 06/09/2018 misalnya, Yayasan yang disuport para netizen Group Medsos FB Suara Tabanan itu kembali melaksanakan aksinya dengan mendatangi rumah I Wayan Sedana di Banjar Dinas Kesiut Tengah Kelod. Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

TABANAN, TENAR.CO

Kehadiran Tim Yayasan Suara Tabanan di rumah keluarga I Wayan Sedana (54) diterima langsung oleh Kelian Banjar Dinas Kesiut Tengah Kelod I Nengah Arsana.

Rombongan yang dipimpin langsung founder Group Medsos FB Suara Tabanan Drs. I Wayan Ariasa Kepakisan menyertakan beberapa Pengurus Yayasan SUTA seperti Sekretaris dan Bendahara Yayasan yakni Edy Kurniawan dan Gusti Ayu Ngurah Rai Swandewi.

Dalam kesempatan tersebut pihak yayasan menyerahkan beberapa paket Sembako kepada Keluarga I Wayan Sedana. Sedana yang mengalami kebutaan permanen sejak musibah yang dialami tahun 2004 silam itu tampak sangat terharu ketika menerima SUTA dirumahnya.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih, karena Bapak dan Ibu berkenan datang kerumah tyang”. Ujarnya dengan penuh haru. Dalam kesempatan tersebut Bapak dua putra itu juga menyampaikan terimakasih pada seluruh netizen Group Medsos FB SUTA atas kepeduliannya pada kaum duafa di Kabupaten Tabanan. Termasuk dirinya.

I Wayan Ariasa yang didampingi Edy Kurniawan dan Gusti Ayu Ngurah Rai Swandewi dihadapan keluarga I Wayan Sedana serta Kepala Banjar Dinas I Nengah Arnawa memaparkan Yayasan SUTA terlahir, adalah sebagai representasi kepedulian Netizen GFB SUTA pada masalah sosial dan kemanusiaan di Bali khususnya di Kabupaten Tabanan.

Sebelum terbentuk dengan badan hukum, Suara Tabanan (SUTA) beber Ariasa juga telah beberapa kali melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan. Seperti membantu pembangunan Bedah Rumah di Poyan, Baturiti serta ikut berpartisifasi membantu pengadaan beberapa logistik pengungsi Gunung Agung di Kecamatan Baruriti.

“Selama masa pengungsian korban erupsi Gunung Agung netizen SUTA juga sangat aktif dan peduli untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang jadi korban waktu itu”. Kata Ariasa.

Menyikapi kondisi Keluarga I Wayan Sedana, Yayasan SUTA yang diwakili Sekretaris Edy Kurniawan akan berupaya mencarikan jalan keluar. Pasalnya sejak musibah menimpa I Wayan Sedana praktis beban ekonomi ditanggung oleh istrinya Ni Ketut Watri.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi Keluarga Pak Sedana. Beliau sama sekali tidak bisa bekerja. Sementara untuk kebutuhan sehari-hari mereka hanya mengandalkan istri. Sedangkan istrinya hanyalah buruh tani serabutan”. Ujar Edy yang mengaku akan secepatnya melakukan koordinasi dengan pengurus lainnya dalam meringankan beban keluarga ini.

“Semoga saja para netizen SUTA tetap berkenan mengulurkan bantuan bagi saudara-saudara kita yang masih hidup berkesusahan”. Pungkas Edy.

Mewakili seluruh elemen Yayasan SUTA, I Wayan Ariasa mengucapkan banyak terimakasih atas kepedulian warga GFB SUTA, “Melalui media ini, kami mewakili Pengurus Yayasan dan LSM SUTA mengucapkan banyak terimakasih atas partisifasi semua pihak khususnya Warga GFB SUTA. Semoga kepedulian serta partisifasi ini tidak hanya berhenti disini”. Kilah Ariasa yang juga sebagai salah satu Pengawas Yayasan.

(MPT-WAK/RED)

Leave a Reply