Trendsetter

Yustikasari dan Cita-citanya yang Terwujud

TABANAN

929Views

Menjadi seorang guru atau pendidik adalah swadharma yang sungguh mulia. Dari jasa para guru terlahir kemudian generasi-generasi bangsa yang cerdas yang kemudian melanjutkan roda pembangunan.

TABANAN, TENAR.CO

Meski sebagai profesi mulia, karena tugas dan tanggung jawabnya yang berat serta honor yang kurang layak terutama bagi guru yang belum berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), banyak yang memilih menghindar berprofesi sebagai guru.

Berbeda halnya dengan Ni Wayan Yustikasari, S.Pd., dara kelahiran Banjar Bengkel Kawan, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, 30 November 1995 ini telah menempatkan cita-cita sebagai guru sejak ia masih terbilang anak-anak.

“Sejak kecil saya sudah bercita-cita menjadi guru. Mungkin saya bercita-cita menjadi guru karena ayah saya juga seorang guru,” kepada TENAR.CO Minggu (5/8/2018).

Diakuinya, saat duduk di bangku SMA sempat  berpikir “pindah ke lain hati” dan menempuh pendidikan tinggi pada bidang kesehatan.

“Tapi entah kenapa saya lolosnya di Undiksha. Orang tua kemudian menyarankan saya menjadi guru. Ya, akhirnya saya jadi guru sperti cita-cita saya waktu kecil dulu,” kenangnya.

Dunia mengajar akhirnya menjadi kisah penting dalam kehidupannya. Bahkan berprofesi sebagai guru telah ditekuninya dimasa-masa akhir perkuliahannya.

Kini, putri pertama dari tiga bersaudara pasangan I Nengah Lantik dan Ni Nengah Setiarni ini setiap harinya disibukkan dengan mengajar di SD dan SMP Bintang Persada. Sekolah swasta ini berlokasi di Jalan Ir. Soekarno barat, Desa Dauh Peken, Tabanan.

Lebih jauh Yustikasari mengatakan untuk ditingkat SD ia mengajar mata pelajaran IPA dan Tematik. Sementara pada jenjang SMP ia dipercaya memegang mata pelajaran TIK dan SBK.

Bagi masyarakat umum IPA merupakan pelajaran yang cukup sulit. Bagi Yustika, justru ada kenikmatan tersendiri saat mengajar ilmu alam tersebut.

Menurutnya, IPA  memang pelajaran sulit. Agar siswa mudah memahaminya, ia menggunakan  metode  mengajar dengan terlebih dahulu memperkuat teori. Sambil mengajak siswa mengamati lingkungan dan alam sekitar.

“Saya sering mengajak siswa melakukan pengamatan, praktikum dan diakhiri dengan presentasi.  Intinya saya menanamkan agar siswa yang lebih aktif dalam pembelajaran,” jelasnya.

Suka Duka Menjadi Guru

“Selain bisa setiap hari bertemu anak-anak, saya juga merasa dihormati dan disayang siswa. Itu kemudian membuat saya lebih bersemangat  dan makin senang bisa membagikan ilmu kepada  banyak orang,”

Gadis yang tahun ini akan melepas masa lajangnya ini kemudian mengungkapkan bahwa ia senang menjadi seorang pengajar. Terlebih lagi ia sangat menyukai anak-anak. Tentu karakter menyukai anak-anak adalah sebuah modal sekaligus kelebihan yang dimiliki seseorang dan sangat membantu dalam dunia mengajar.

Terlepas dari itu, tentu ada pengalaman suka dan duka menjadi seorang pengajar. Lalu apa suka dan duka Yustikasari selama dirinya menjadi guru?

“Selain bisa setiap hari bertemu anak-anak, saya juga merasa dihormati dan disayang siswa. Itu kemudian membuat saya lebih bersemangat  dan makin senang bisa membagikan ilmu banyak orang,” sebutnya ketika ditanya sukanya menjadi seorang guru.

Rasa senang dan puas diakuinya ketika siswanya menjadi semakin pintar dan cerdas.

Lalu dukanya?  Terkadang satu dua siswanya  cerewet, suka ribut dan susah diatur. Sebagai manusia biasa, hal tersebut diakuinya sesekali membuatnya jenuh, lelah bahkan stres. Tidak hanya itu ia sering mengalami gangguan tenggorokan dan suaranya hilang.

Seperti apa kemudian harapan Yustikasari yang notabenenya terbilang guru muda?

“Guru merupakan pekerjaan mulia, berat dan penuh tanggungjawab. Guru mengajar membaca, berhitung dan menulis dan kalau tidak ada guru tidak akan ada dokter bahkan tidak ada presiden,” ucapnya lirih.

Terhadap hal tersebut, Yustika berharap agar gaji guru harus sangat layak dan membuat nyaman. Sehingga semua guru bisa mengajar dengan lebih gigih untuk melahirkan generasi-generasi yang cerdas, berkwalitas dan menjadi cahaya masa depan bangsa.

(MPT-RAH/RED)

Leave a Reply